Translate

Selasa, 16 Oktober 2012

Mama peluk aku walau hanya sebentar

Kesibukan orang tuaku di kota metropolitan membuat mereka melupakan ku. orang tua ku bekerja sebagai penjahit konveksi dan ayah ku adalah penjual air tebu di pinggir jalan. ya mereka adalah seorang pekerja keras karena harus membiayai 3 orang anak. aku adalah anak pertama dan mempunyai 2 adik.

terkadang sepulang sekolah aku masih harus membantu ibuku menggunting benang dari pakaian yang telah selesai di jahit.. buat ku itu tidak menjadi suatu masalah karena aku tahu ibu ku sudah begitu lelah bekerja.
saat itu usiaku baru 6 tahun.

ibuku adalah pekerja keras...ya dia sibuk sekali...
ketika hari sudah menjelang malam perutku terasa lapar dan adikku juga merasakan yang sama. kami hanya bisa menunggu ibu untuk mempersiapkan makanan kami tapi sepertinya ibu ku lupa..kemudian aku menghampiri ibu ku '' mama aku lapar'' dengan nada yang marah ibuku menjawab ''kamu tau gak sih mama lagi ngapain ? mama lagi sibuk..sana makan sendiri..." selesai ibuku berkata seperti itu maka aku mengajak adikku makan bersamaku.  Di meja makan hanya ada telur dadar tapi dimana nasi ?? ternyata nasi belum dimasak..kami hanya makan telur dadar.

Tapi apa yang terjadis setelah itu ??? setelah kami selesai makan, ibu ku menghampiri kami dan melihat telur sudah habis dan dia begitu marah sekali karena kami menghabiskan telur yang harusnya bisa dimakan untuk 5 orang. Ibuku kemudian memukulku dengan sapu lidi yang menjadi senjata ibuku karena setiap kali ia  marah maka ia memakai sapu lidi itu untuk memukul ku. kali ini ia memukulku bukan di kaki atau di punggung tapi memukul wajahku dengan sapu lidi. Sakit dan sungguh terasa sakit...wajah ku penuh dengan luka dan darah. aku hanya bisa mengatakan '' mama ampun...ampun mama..aku gak akan seperti itu lagi..ampun mama...tolong jangan pukul aku lagi...''tapi ibuku sepertinya tidak meghiraukan perkataanku. Dia tetap saja terus memukul wajahku dengan sapu lidi. sampai akhirnya aku pingsan dan ibuku mulai sadar 
kembali.

kemudian ibu menggendong ku ketempat tidur dan membersihkan luka di wajahku. Ketika aku mulai tersadar, ibuku mengatakan '' maafin mama ya...tolong jangan kasih tau papa kalau kamu mama pukul, bilang aja muka mu seperti ini karena jatuh'' aku pun menjawab iya mama..boleh kah mama peluk aku walau hanya sebentar ?? ibuku pun memelukku...








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar